Sabtu, 08 Maret 2014

STATIKA



Ilmu Statika dan Tegangan
Diambil dari: http://ilmustatika.blogspot.com/2012/05/ilmu-statika-dan-tegangan.html
Pengertian Tegangan
Hukum Newton pertama tentang aksi dan reaksi, bila sebuah balok terletak di atas lantai, balok akan memberikan aksi pada lantai, demikian pula sebaliknya lantai akan memberikan reaksi yang sama, sehingga benda dalam keadaan setimbang. Gaya aksi sepusat (F) dan gaya reaksi (F”) dari bawah akan bekerja pada setiap penampang balok tersebut. Jika kita ambil penampang A-A dari balok, gaya sepusat (F) yang arahnya ke bawah, dan di bawah penampang bekerja gaya reaksinya (F”) yang arahnya ke atas.
Pada bidang penampang tersebut, molekul-molekul di atas dan di bawah bidang penampang A-A saling tekan menekan, maka setiap satuan luas penampang menerima beban sebesar: F/A
Macam-macam Tegangan
Tegangan timbul akibat adanya tekanan, tarikan, bengkokan, dan reaksi. Pada pembebanan tarik terjadi tegangan tarik, pada pembebanan tekan terjadi tegangan tekan, begitu pula pada pembebanan yang lain.
a. Tegangan Normal
Tegangan normasl terjadi akibat adanya reaksi yang diberikan pada benda. Jika gaya dalam diukur dalam N, sedangkan luas penampang dalam m2, maka satuan tegangan adalah N/m2 atau dyne/cm2.
b. Tegangan Tarik
Tegangan tarik pada umumnya terjadi pada rantai, tali, paku keling, dan lain-lain. Rantai yang diberi beban W akan mengalami tegangan tarik yang besarnya tergantung pada beratnya.
 c. Tegangan Tekan
Tegangan tekan terjadi bila suatu batang diberi gaya F yang saling berlawanan dan terletak dalam satu garis gaya. Misalnya, terjadi pada tiang bangunan yang belum mengalami tekukan, porok sepeda, dan batang torak. Tegangan tekan dapat ditulis:
 d. Tegangan Geser
Tegangan geser terjadi jika suatu benda bekerja dengan dua gaya yang berlawanan arah, tegak lurus sumbu batang, tidak segaris gaya namun pada penampangnya tidak terjadi momen. Tegangan ini banyak terjadi pada konstruksi. Misalnya: sambungan keling, gunting, dan sambungan baut.
Tegangan geser terjadi karena adanya gaya radial F yang bekerja pada penampang normal dengan jarak yang relatif kecil, maka pelengkungan benda diabaikan. Untuk hal ini tegangan yang terjadi adalah Apabila pada konstruksi mempunyai n buah paku keling, maka sesuai dengan persamaan dibawah ini tegangan gesernya adalah
 e. Tegangan Lengkung
Misalnya, pada poros-poros mesin dan poros roda yang dalam keadaan ditumpu. Jadi, merupakan tegangan tangensial. Gambar 20. Tegangan lengkung pada batang rocker arm.
f. Tegangan Puntir
Tegagan puntir sering terjadi pada poros roda gigi dan batang-batang torsi pada mobil, juga saat melakukan pengeboran. Jadi, merupakan tegangan trangensial.
 
STATIKA
Ilmu gaya terpakai (Statika-Bangunan) ialah ilmu yang mempelajari kekuatan-kekuatan dan stabilitas dari konstruksi bangunan dan bagian-bagian dari bangunan. 
1. Hitungan Dimensi 
Hitungan dimensi menentukan ukuran-ukuran dari konstruksi bangunan secara ilmiah dengan penggunaan bahan bangunan se-minim dan se-efesien mungkin. Dengan faktor kemanan tertentu. Selanjutnya konstruksi bangunan itu selain cukup kuat, juga harus cukup kaku.
2. Hitungan Kontrol
Dengan hitungan kontrol diperiksa, apakah suatu bangunan konstruksi yang sudah didirikan cukup kuat dan cukup kaku terhadap beban-beban yang direncanakan.
3. Hitungan Kekuatan
Hitungan kekuatan memepelajari, apakah perubahan bentuk, peralihan-peralihan, lendutan-lendutan dari suatu konstruksi bangunan tidak melampaui batas-batas tertentu.
4. Hitungan Stabilitas
Hitungan stabilitas diperlukan agar bangunan sealu dalam kedudukan kokoh: pemeriksaan hal kedudukan bangunan karena ledutan-pampat yang tidak merata pada pondasi. Kesalahan montase dan sebagainya dapat diamsukkan dalam hitungan stabilitas.
Statika adalah ilmu yang mempelajari kesetimbangan gaya dengan gaya-gaya tersebut dalam keadaan diam.
Kenematika adalah ilmu yang hanya mempelajari gerak dari benda dengan tidak mempelajari sebab-sebabnya.
Dinamika adalah ilmu yang mempelajari gerak dan sebab-sebabnya.
 
1.3.  PENGERTIAN GAYA DAN BESARNYA GAYA
Sebuah benda (titik materi) yang diam dapat berubah menjadi bergerak. Kalau benda itu bergerak, maka besar dan arah kecepatan, salah satunya atau kedua-duanya dapat berubah pula. Sebab perubahan gerak tersebut dinamakan Gaya.
a. Definisi Gaya
Sebab tiap-tiap perubahan gerak benda (titik-materi) dinamakan Gaya. Suatu gaya ditentukan oleh besar garis-kerja, arah-kerja dan titik tangkapnya.   Besar gaya dinyatakan dengan kilogram (kg) atau ton (t) dan digambar dengan sepotong garis. Panjang garis itu diambil dengan perbandingan tertentu, misalnya 1 cm = atau lebih besar 5 kg atau 1 cm = atau lebih besar 1 ton. Yang disebut skala gaya.       Arah gaya ialah arah bergeraknya benda (titik materi) dan diberi tanda panah. Sedang di mana gaya itu menangkap, dinamakan titik tangkap gaya dan dinyatakan dengan huruf besar, misalnya A, B dan sebagainya.
Garis I yang berimpit dengan gaya itu disebut garis kerja gaya.
b.  Menggambar Gaya P = 6 ton
Pada gambar I digambarkan sebuah gaya yang bekerja pada sebuah benda. A = titik tangkap. Gaya pada P = 6 ton, digambar sepotong garis panjangnya 3 cm, bila skala gaya cm = 2 ton. Garis bertitik-titik disebut garis kerja.
c. Sistim Satuan
Dalam Sistim-Internasional atau ”System International d’unitas” (SI) besar gaya dinyatakan dalam Newton 1 N = 0,1020 kgf, atau 1 kgf = 9,807 N.
Dalam Sistim Satuan-Inggris gaya dinyatakan dalam pound (lb) dengan 1 lbf = 4,448 N = 0,4536 kgf.
Dalam buku ini penulis menggunakan satuan kilogram (kg) atau ton (t).
d. Ketentuan
Sebuah gaya P boleh dipindahkan (digeser) sepanjang garis-kerjanya tanpa mengurangi pengaruh gaya itu pada benda. Misalnya kita menggeser sebuah benda dengan seutas tali dengan gaya P (gambar I-2). Apakah tali itu dipegang pada titik A atau B, hasilnya titik A atau B, hasilnya akan tetap (berat tali diabaikan).
Gambar  1 – 2a. Arah gaya pada suatu bidang: (a) Horisontal, (b) vertikal dan
(c) gaya miring / diagonal. Sumber: Gere & Timoshenko, 1994
Gambar 1 – 2b. Gaya normal dan gaya lintang: (a) Gaya normal Tekan (P1),  (b)
Normal  Tarik (P2) dan gaya lintang negatif (P3), (c) gaya lintang
positif (P4) Sumber:  Gere & Timoshenko, 1994
e. Vektor
Skalar ialah besaran yang hanya ditentukan oleh besarnya, misalnya panjang, luas, volume, energi dan sebagainya.      Vektor ialah besaran yang ditentukan oleh besar dan arahnya, misalnya gaya, kecepatan, impuls dan sebagainya.

1.3.MENYUSUN GAYA DENGAN TITIK-TANGKAP PERSEKUTUAN ATAU
SISTIM-GAYA YANG KONKUREN
a.. Ekivalensi dua sistim-gaya
Bila suatu sistim gaya yang bekerja pada suatu benda diganti dengan sistim-gaya lain, yang pengaruhnya pada benda tersebut sama dengan pengaruh sistim-gaya pertama, maka kedua sistim itu disebut ekivalen. Dengan demikian, bila suatu sistim-gaya ekivalen dengan satu gaya, maka gaya terakhir ini mengganti sistim-gaya itu. Gaya yang mengganti sistim-gaya disebut resultante (R) dari sistim gaya itu. Mengganti dua gaya atau lebih menjadi sebuah gaya R disebut ”menyusun gaya”. Gaya-gaya yang diganti itu disebut ”komponen”. Untuk menyusun gaya-gaya dapat digunakan dengan dua cara, yaitu Cara Hitungan (analitis) dan Cara Lukisan (grafis).
b. Dua gaya dengan satu garis-kerja dan arahnya sama
Misalnya pada gambar I-3 kedua gaya P1 dan P2 arahnya dan garis-kerjanya sama. P1 = 4 kg; P2 = 5 kg; R = P1 + P2 = 4 + 5 = 9 kg.
c. Dua gaya dengan satu garis-kerja dan arah berlawanan
Misalnya pada gambar I-4 kedua gaya P1 dan P2 arahnya berlawanan. R = P1 – P2 = 6 -2 = 4 kg. Arah resultante sama dengan arah gaya yang terbesar.
Perhatian
Bila P­1 dan P2 sama besar dan kedua gaya tersebut di A dengan arah berlawanan, maka R = 0. benda ada dalam keseimbangan (diam).
d. Dua gaya dengan arah berlainan
1. Misalnya pada gambar I-5, gaya-gaya P1 dan P2 bekerja di A dengan arah berlainan yang sudut besarnya α, Resultante R didapat dari garis sudut-menyudut AR suatu jajaran genjang dengan sisi P1 dan P2. arah resultante ialah dari A ke R. Jajaran genjang ini disebut jajaran-genjang gaya (Hukum jajaran genjang).
2. Untuk mendapat resultante R dapat juga digunakan segitiga-gaya. Bila dilukis segitiga dengan sisi-sisi P1 dan P2, didapat dengan memindahkan P2 pada ujung P1, sejajar dengan arah P2, maka sisi ketiga merupakan resultante dari P1 dan P2. Arah R ialah dari titik-tangkap A ke ujung P2 (gambar I-6).
3. Contoh Permasalahan :
Diketahui              : P1 = 4 kg ; P2 = 5 kg
Sudut-apit antara P1 dan P2 = 45O
Titik tangkap kedua gaya tersebut = A
Ditanya     : Resultante dan arahnya (analitis dan grafis).
Jawab       : Analitis. (gambar I-6a)
Jawab       : Grafis (gambar I6b)
Lukislah P1 = 4 kg dengan skala gaya 1 cm  = 1 ton.
Lukislah sudut α = 45O, kemudian lukislah P2 = 5 kg dengan segitiga  gaya. Bila R diukur dengan mistar, maka besarnya R = 4,15 cm = 8,30 kg.
Bila sudut Φ diukur dengan busur derajat, maka Φ = 25O.
4. Selisih dua vektor
Misalkan pada gambar I-7 vektor P1 dan P2 bekerja di titik A. Karena diambil selisih dua vektor itu, maka selisihnya dapat ditentukan dengan menjumlahkan P1 dan P2 serta arahnya berlawanan dengan P2.
5. Segi banyak Gaya atau Poligon Gaya
Bila beberapa gaya P1, P2, P3 dan P4 yang diketahui besar dan arahnya, dan semuanya dengan satu titik-tangkap-sekutu A (gambar I-8), maka reultante R dapat ditentukan dengan cara analitis maupun grafis.
Cara analitis (gambar I-8a)
Cara grafis (gambar I-8b dan I-8c)
Cara menyusun gaya-gaya dengan jajaran genjang gaya menggunakan terlalu banyak garis-garis, sehingga menjadi kurang terang (gambar I-8b). Maka lebih baik digunakan cara segi banyak gaya atau poligon gaya, yaitu dengan melukiskan P2 pada ujung P1, P3 pada ujung P2 dan seterusnya (gambar I-8c). Besar R adalah garis penghubung yang ditarik dari awal A samapi ujung gaya yang terakhir. Arah P dari A ke ujung gaya terakhir itu.
Diketahui :   P1 = 4 kg ; α1 =     0O
P2 = 5 kg ; α2 =   60O
P3 = 3 kg ; α3 = 135O
P4 = 4 kg ; α4 =  210O
Sistim gaya ini konkuren (bekerja di satu titik).
Ditanyakan :
R = 2,25 cm = 4,50 kg
Φ = 78O

Menyusun dua gaya yang bekerja pada dua garis kerja yang sebidang..
Gaya P1 bekerja pada garis kerja l1 dengan titik tangkap A dan bekerja pada garis kerja l2 dengan titik tangkap B pada suatu benda. Titik tangkap sekutu dari gaya P1 dan P2 ialah titik C. P1 dan P2 kemudian dipindahkan pada C. Dibuat jajaran genjang gaya (gambar I-10). Dengan demikian didapat resultante R. Titik tangkap R didapat dari perpotongan garis kerja R dan batang AB yaitu di D.
1.4. MENENTUKAN GAYA
1. Menguraikan gaya adalah kebalikan dari menyusun gaya. Bila menyusun gaya, maka komponen-komponennya diketahui dan dicari resultante, sedangkan pada menguraikan gaya, gaya yang akan diuraikan dianggap resultante dan dicari komponen-komponennya.
Contoh 1 :
Diketahui    : dua arah l1 dan l2
Gaya P
Ditanyakan : uraikan gaya P menjadi 2 komponen, P1 dengan garis kerja sejajar l1 dan l2 dengan garis kerja sejajar l2.
Jawab        : Untuk mengetahui P ini dapat dikerjakan dengan jajaran genjang gaya  (gambar I-11a) atau dengan segitiga gaya (gambar I-11b).
Contoh 2 :
Diketahui    : gaya P dengan titik tangkap O.
Ditanyakan : Uraiakan P menjadi 2 komponen Px pada sumbu X dan Py pada sumbu Y.
Jawab              :
Px = P cos α
Py = P sin α
(gambar I-12)
2. Menguraikan sebuah gaya menjadi tiga buah gaya dengan arah sebarang.
A = titik potong l1 dan l3
B = titik potong l1 dan garis kerja P.
Gaya P diuraikan menurut 2 arah, l1 dan AB (I-13). Selanjutnya PAB diuraikan menurut 2 arah l2 dan l3.
Dengan demikian P = P1 + P2 + P3
P1 + P2 + P3 ialah komponen-komponen dari P
1.5. KESEIMBANGAN
1. Contoh 1 :
Bila pada benda bekerja sebuah gaya P dan ternyata benda tersebut tidak bergerak (diam), maka disebut, bahwa benda itu dalam keadaan seimbang, ini disebabkan ada gaya reaksi R, yang menentang gaya aksi P, sehingga resultante dari gaya aksi dan gaya reaksi sama dengan nol (I-14).
2.  Contoh 2 :
Bila pada sebuah benda bekerja beberapa gaya yang bekerja di titik tangkap A lalu benda tersebut dalam keadaan diam maka R = 0 (gambar I-15). Perhatian, bahwa untukkeseimbangan diperlukan :
a.       semua garis kerja gaya-gaya harus melalui satu titik (gaya-gaya konkuren).
b.      Resultante gaya R = 0, jadi poligon gaya menutup
3. Contoh 3 :
Tiga buah gaya P1 dan P1 tidak dalam keadaan seimbang meskipun poligon gayanya  tertutup, karena garis kerja gaya dari ketiga gaya itu tidak melalui satu titik (gambar I-16).
4. Contoh Permasalahan :
Diketahui  : Pada sebuah benda bekerja di gaya P1, P2, P3 dan P4 yang bekerja di titik tangkap A.
Ditanyakan : Tentukan gaya P5 sehingga benda tersebut dalam keadaan seimbang dengan cara grafis.
Jawab        : Gaya P5 dilukis dengan melukis poligon gaya P1, P2, P3, P4 dan P5 yang tertutup (gambar I-17).

1.6. RANGKUMAN
Ilmu gaya terpakai (Statika-Bangunan) ialah ilmu yang mempelajari kekuatan-kekuatan dan stabilitas dari konstruksi bangunan dan bagian-bagian dari bangunan.  Statika adalah ilmu yang mempelajari kesetimbangan gaya dengan gaya-gaya tersebut dalam keadaan diam.  Sebuah benda (titik materi) yang diam dapat berubah menjadi bergerak. Kalau benda itu bergerak, maka besar dan arah kecepatan, salah satunya atau kedua-duanya dapat berubah pula. Sebab perubahan gerak tersebut dinamakan Gaya. Skalar ialah besaran yang hanya ditentukan oleh besarnya, misalnya panjang, luas, volume, energi dan sebagainya. Vektor ialah besaran yang ditentukan oleh besar dan arahnya, misalnya gaya, kecepatan, impuls dan sebagainya. Bila suatu sistim gaya yang bekerja pada suatu benda diganti dengan sistim-gaya lain, yang pengaruhnya pada benda tersebut sama dengan pengaruh sistim-gaya pertama, maka kedua sistim itu disebut ekivalen. Menguraikan gaya adalah kebalikan dari menyusun gaya. Bila menyusun gaya, maka komponen-komponennya diketahui dan dicari resultante, sedangkan pada menguraikan gaya, gaya yang akan diuraikan dianggap resultante dan dicari komponen-komponennya.
ILMU BANGUNAN GEDUNG
Diambil dari : http://saefulasdy.blogspot.com/2012/06/ilmu-bangunan-gedung.html

A.Pengertian Ilmu Bangunan Gedung
Yang dimaksud dengan ilmu bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi maupun pelaksanaannya. Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air. Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain.

Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a.Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b.Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain:
Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekedar tempat berlindung atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga. Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Kesemua hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar. Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan anatara lain untuk menyimpan barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi benda- benda ini mudah dipindahkan ke tempat lain, untuk itu benda-benda disini tidak dapat dikatakan bangunan. Dalam pembuatannya bagunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja, tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung besar kecilnya bangunan yang dibuat.

B. Jenis Bangunan
Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a. Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedung-gedung. monumen, pabrik, gereja, masjid dan sebagainya.
b. Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan dan sebagainya.
Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi 3 bagian besar yang dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi Bangunan Gedung, Bangunan Air dan Jalan Jembatan.
Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.

C. Fungsi Bangunan
Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan
Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif murah.
Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan pemborosan.
Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya mekanika teknik. Keawetan suatu bangunan juga tergantung bahan bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan dan juga perawatannya.
Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angin dan sebagainya.
Fungsi bangunan gedung
Fungsi suatu bangunan gedung dapat dikelompokkan menjadi fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi usaha, fungsi sosial budaya dan fungsi khusus
Fungsi hunian merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia tinggal yang berupa bangunan hunian tunggal, hunian jamak, hunian sementara, dan hunian campuran.
Fungsi keagamaan merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan ibadah yang berupa bangunan masjid termasuk mushola, bangunan gereja termasuk kapel, pura, wihara, dan kelenteng;
Fungsi usaha merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan kegiatan usaha yang terdiri dari bangunan gedung perkantoran, perdagangan, perindustrian, perhotelan, wisata dan rekreasi, terminal, dan bangunan gedung tempat penyimpanan
Fungsi sosial dan budaya merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan kegiatan sosial dan budaya yang terdiri dari bangunan gedung pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, kebudayaan, laboratorium, dan bangunan gedung pelayanan umum
Fungsi khusus merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama yang mempunyai tingkat kerahasiaan tinggi, atau tingkat resiko bahaya tinggi

Senin, 06 Juni 2011

MENGHITUNG BALOK TULANG TUNGGAL
Untuk menghitung balok ?, mudah saja.
Untuk balok tulang tunggal
Aturan :
1. ht =Tinggi balok
2. b = lebar balok
3. d = jarak tulang tarik – beton terluar
4. d’ = jarak tulang desak – beton terluar
5. A = luas tulang tarik
6. A’ = luas tulang desak
7. σbk’ = tegangan desak beton
8. σau = tegangan tarik beton

Mencari kekuatan intern beton :
Contoh :
Ht = 25cm, b = 12 cm, d = 4 cm, A = 5 Ǿ12
Beton K150, Baja U22
Hitung, berapa Momen Ultimit beton tersebut yang terjadi

Penyelesaian :
Luas penampang baja = 5 x π/4x1,22
= 5 x 3,1415/4 x 1,44
= 5,6547 cm2
Rumus :
T = D, Min = T x z = T x ( h – a/2)
T = A x σau = 5,6547 x 1910 = 10800,48 kg
D = 0,5 x b x a x σbk’ = 0,5 x 12 x a x 150
= 900 a
T = D
10.800,48 kg = 900a kgcm
a = 43201,9 / 900 = 12 cm
Min = T x z = T x ( h – a/2)
Min = 10.800,48 x ( 21 – 12/2)
Min = 10.800,48 x 15
Min = 162.007 kgcm
Min = 1,62 tm
Mu = Min / γ = 1,62 / 1,5
Mu = 1,08 tm

Jumat, 27 Mei 2011

Menggambar Autocad 3 Dimensi (2)

Untuk menggambar autocad 3D menggunakan awal 2D harus memenuhi syarat :
Garis gambar 2D harus menyambung / menyatu yang dapat dibuat dari polyline atau yang diregion

Menebalkan bidang:
Klik extrude
Selek obyek enter
Tulis tinggi yang diinginkan enter
Tulis kemiringan bidang tegak enter ( dihitung dari tegak = 0 )

Menebalkan bidang/ muka benda
klik presspull
klik tengah bidang
tarik maju/ mundur klik atau tarik tulis angka enter

Membuat benda putar:
Klik revolve
Seleck obyek enter
Tentukan 2 (titik sebagai sumbu putar) enter
Tentukan keutuhan putar (90 = ¼ lingk, 180 = ½ lingk , 360 lingk penuh) enter


Memotong benda:
Klik slice
Seleck obyeck enter
ketik angka 3 enter
Klik 3 titik (sebagai posisi pisau potong)
Klik garis yang ditinggal / B enter (bila masih semua)


Membuat Pipa bengkok
1. membuat lingkaran luar
2. membuat lingkaran dalam
3. pindah view ke posisi front
4. membuat garis as pipa dengan polyline melalui pusat lingkaran
5. pindah view ke posisi sw isometric
6. klik Exturde
7. klik 2 lingkaran enter
8. ketik p (path) enter
9. klik garis as pipa

Kamis, 26 Mei 2011

Materi Kayu 2 TKBS

KOMPETENSI / SUB KOMPETENSI

Memasang rangka lantai kayu
1 Melaksanakan pekerjaan persiapan memasang rangka lantai kayu
2 Memasang rangka lantai kayu
3 Memasang rangka tangga kayu
4 Membereskan pekerjaan

Memasang papan lantai kayu
1 Mempersiapkan pekerjaan papan lantai kayu
2 Memasang papan lantai kayu
3 Menyelesaikan pekerjaan memasang penutup lantai kayu
4 Membereskan pekerjaan
Memasang kusen kayu pada bangunan
1 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan kusen
2 Memasang kusen pada konstruksi dinding yang sedang berjalan
3 Memasang kusen pada bukaan dinding yang sudah ada
4 Membereskan pekerjaan
Memasang Dan Menyetel Daun Pintu/Jendela Pada Kusen Kayu
1 Melaksanakan pekerjaan persiapan pemasangan dan penyetelan daun pintu/jendela
2 Memasang engsel dan daun pintu/jendela pada kusen
3 Memasang hardware pada daun pintu
4 Memasang hardware pada daun jendela
5 Membereskan pekerjaan

Mendirikan rangka atap sistem kuda-kuda
1 Mempersiapkan pekerjaan mendirikan rangka atap
2 Mendirikan rangka atap kayu
3 Memasang gording
4 Pembersihan (membereskan pekerjaan)

Senin, 27 September 2010

Menggambar Autocad 3 Dimensi

Untuk menggambar autocad 3D secara praktis dapat digunakan sebagai berikut :
Ada 2 cara :
1.Langsung mengambil dari icon solids
2.Melalui gambar 2 dimensi



Membuat balok :
Klik box
Klik area
Pilih L (balok) enter
Tulis lebar balok enter
Tulis tinggi balok enter
Tulis tebal balok enter

Membuat kubus
Klik box
Klik area
Pilih C enter
Tulis panjang rusuk enter

Membuat bola
Klik sphere
Klik area
Tulis jari2 bola enter

Membuat silinder:
Klik Cylinder
Klik area
Tulis jari2 lingkaran dasar enter
Tulis tinggi silinder enter

Membuat kerucut
Klik cone
Klik area
Tulis jari2 lingkaran dasar enter
Tulis tinggi cone enter

Sambungan Kuda-kuda

Sambungan dan hubungan pada kuda-kuda kayu ada beberapa versi/ jenis, adapun salah satunya adalah seperti dibawah ini :







Selasa, 17 Agustus 2010

Editing Autocad 2D

Menghapus :
Klik gambar yang akan dihapus
Klik erase / tekan delete

Membuat salinan:
klik obyek yang akan dicopy/ disalin
klik copy
klik area
geser mouse klik atau geser mouse tulis angka (untuk jarak) enter

Membuat salinan terbalik :
Seleck obyek
Klik mirror
Klik dua titik sebagai cermin
Bila obyek pertama masih ada tekan enter / bila obyek pertama dihilangkan ketik y enter

Membuat garis sejajar:
Klik offset
Ketik jarak enter
Ketik obyek pertama
Klik posisi yang dituju

Membuat salinan banyak teratur mengelilingi titik pusat / lingkaran:
Klik arry
Pilih polar arry
Pilih select obyek
Klik obyek enter
Klik center point
Klik area sebagai titik pusat putaran
Ketik jumlah hasil jadi gambar
Rubah (bila perlu) untuk ½ lingkaran tulis 180, ¾ lingkaran 270 dsb
Tekan OK

Memindahkan gambar:
Klik obyek
Klik move
Klik area geser mouse klik / geser mouse ketik angka enter

Memutar gambar:
Klik obyek
Klik rotate
Klik titik pusat putaran
Putar / geser mouse enter atau ketik sudut mis: 30 enter

Memperbesar/ mengecilkan gambar:
Klik obyek
Klik scale
Klik posisi pusat gambar (hasil gambar)
Tulis scala enter ( setengah dari panjang asli 0.5 dua kali panjang aslinya 2 dsb)

Memotong garis:
Klik trim enter
Klik garis yang dihilangkan

Memanjangkan garis terbatas:
Klik extend
Klik garis yang akan dipanjangkan
Klik garis batas enter
Klik garis yang akan dipanjangkan

Membuat lengkung pertemuan garis:
Klik fillet
Pilih R enter
Tulis jari2 lengkungan enter
Klik 2 garis yang pertemuannya dilengkungkan

Memisahkan garis bidang yang menyatu:
Klik explode
Seleck obyek enter

Perintah singkat Autocad 2D

Membuat segi-n beraturan :
Klik polygon
Ketik jumlah sudut / sisi
Klik are (untuk titik pusat polygon/ lingkaran)
Pilih / ketik “ i “ untuk polygon didalam lingkaran / “ C “ untuk polygon diluar lingkaran
Ketik panjang jari-jari lingkarannya mis: 2 enter

Membuat segi-4
Klik rectangle
Klik area
Ketik @5,3 enter (balok ukuran lebar 5 tinggi 3)

Membuat garis lengkung:
Klik Arc
Klik area untuk titik pertama
Klik area untuk titik kedua
Klik area untuk titik ketiga

Membuat lingkaran dari satu titik:
Klik circle
Klik are (untuk titik pusat lingkaran)
Ketik angka (panjang jari2) mis: 3 enter

Membuat lingkaran dari dua titik:
Klik circle
Ketik 2p
Ketik posisi titik pertama
Ketik posisi titik kedua

Membuat isian / arsir:
Klik hatch
Klik pilih : pattern / swatch
Klik pick points
Klik area dalam gambar
Enter enter

Menggabungkan garis Region:
Buat garis-garis yang berbentuk bidang ujung2nya harus bertemu
Klik region
Pilih gambar / bidang enter

Menulis huruf:
Klik Multiline text (A)
Klik area geser klik
Pilih model huruf
Pilih / tulis ukuran huruf
Tulis keterangan yang diinginkan OK

Senin, 24 Mei 2010

Dasar-dasar Autocad 2D 02

Memanjangkan garis:
Memanjangkan garis untuk menggambar selalu dilaksanakan, karena dalam menggambar tentu tidak salalu benar pada tahap awalnya, kadang berubah rencana awal dengan pelaksanaannya.
Untuk memanjangkan garis ada 2 cara :
1. Garis yang sudah ada diklik dengan mouse sehingga garis tsb menjadi garis putus2 dan muncul 3 titik 2 tepi dan 1 tengah, untuk memanjangkannya cukup diklik pada ujung yang akan dipanjangkan geser dan selanjutnya diklik pada tempat yang diinginkan, untuk mengakhirinya tekan enter/ esc.
2. Garis yang akan dipanjangkan dibatasi oleh garis yana lain, caranya dipilih icon extend lalu diklik lanjutkan tekan enter, kemudian diklik ujung yang akan dipanjangkan, untuk mengakhirinya tekan enter/ esc.

Memotong Garis :
Untuk memotong garis syaratnya harus ada garis sebagai pemotongnya, sedangkan garis pemotong harus pada posisi saling silang dengan garis yang akan dipotong.
Cara memotongnya adalah : dipilih icon trim, kemudian diklik icon tersebut lalu tekan enter, pilih bagian garis yang akan dipotong/ dihilangkan kemudian diklik

Dasar-dasar Autocad 2D 01

Untuk mempelajari autocad, yang diperlukan sebagai dasar agar cepat dapat menggunakan adalah harus menguasai/ dapat menggunakan :
Kompetensi Dasar :
1. Menguasai Koordinat Kartesius dan Polar
2. Menguasai Penggunaan Mouse
3. Menguasi Penggunaan Keyboard
4. Menguasai Ms World & Excel
Sebelumnya, diketahui dahulu, bahwa tampilan Autocad sebenarnya tidak jauh berbeda dengan program-program yang lain, hanya pada icon-icon karena penggunaannya banyak kebutuhannya, maka icon-icon tersebut juga banyak atau sesuai kebutuhan.
Tampilan pertama sebelum kita melanjutkan seperti gambar bawah ini.
Sebenarnya menggambar adalah gabunngan garis2, baik garis lurus ataupun lengkung dsb.
Yang perlu dikuasai agar dapat menggambar dengan autocad antara lain :
1. Membuat garis lurus datar/ vertikal
2. Membuat garis miring
3. Memanjangkan garis
4. Memotong garis
5. Menggabungkan garis
6. Memindah garis
7. Menghapus garis
8. Memutar garis


Membuat garis lurus:
Klik icon Line
Klik pada area (layar hitam)
Geser mouse sesuai arah yang diinginkan
Ketik panjang garis mis: 10 enter

Membuat Garis miring:
Klik icon Line
Klik pada area (layar hitam)
tulis “ @5<30 “ enter

Membuat garis Bantu (Construction line
Klik icon Constuction line
Klik pada area (layar hitam)
Geser mouse klik

Silahkan coba-coba, semakin sering dicoba akan semakin dikuasai, untuk materi selanjutnya akan disesuaikan urutan2 diatas.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Rabu, 05 Mei 2010

Sambungan Bibir Lurus Berkait


Sambungan Bibir Lurus Berkait

A. Bahan dan Alat
a. Bahan : Balok ukuran 8/12 cm panja ng 100 cm
b. Alat : Gergaji belah, gergaji potong, ketam, siku, meteran, palu kayu, pensil, pahat lubang, dan pahat tusuk.

B. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)
a. Praktikan harus selalu memakai pakaian kerja.
b. Letakkan alat-alat pada tempat yang aman (di alur kerja bangku).
c. Gunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya.
d. Bekerjalah dengan hati-hati dan penuh perhatian (konsentrasi).
e. Selalu ikuti petunjuk keselamatan kerja yang ada
f. Ikuti petunjuk instruktor.

C. Langkah Kerja
a. Siapkan semua peralatan yang diperluakan.
b. Siapakan bahan berupa balok berukuran 8/12 cm panjang 100 cm.
c. Ketam keempat mukanya hingga menjadi rata, lurus, halus, dan siku.
d. Lukis bentuk sambungan bibir lurus pada balok yang telah diketam dengan cara sebagai berikut :
1) Lukis bentuk sambungan bibir lurus berkait pada kedua ujung balok.
2) Lukisan dibuat sama, dimana ujung yang satu dibuat menghadap ke atas dan yang lainnya menghadap ke bawah.
3) Beri tanda bagian-bagian kayu yang akan dihilangkan.
e. Potong bagian kayu yang diberi tanda dihilangkan hingga membentuk sambungan bibir
f. lurus berkait dengan menggunakan gergaji agar hasilnya dapat lurus dan rata.
g. Dengan cara sama kerjakan pembuatan sambungan kayu yang lain.
h. Ketemukan kedua kayu yang telah dibuat bentuk sambungannya tersebut, control kerapatan sambungan dan berilah tanda bagianbagian yang perlu dibenahi lagi.
i. Benahi bentuk sambungan sehingga menjadi rangkaian sambungan yang baik (lurus, rata, halus, siku, dan rapat).
j. Periksakan hasil kerja pembuatan sambungan bibir lurus berkait kepada instruktor.